Tuesday, December 20, 2011

Mengapa Jenis Kulit Dapat Berubah-ubah?


Apa itu Jenis Kulit?
Singkatnya, jenis kulit merupakan deskripsi dan intepretasi mengenai bagaimana dan mengapa kulit Anda terlihat, terasa, dan bertindak sebagaimana adanya.
Empat penggolongan jenis kulit yang paling umum digunakan oleh industri kosmetik:
  • Normal (tidak ada tanda-tanda akan adanya area yang berminyak atau kering)
  • Berminyak (kulit mengkilap seluruhnya, tidak ada area yang kering sama sekali)
  • Kering (ada kemungkinan memiliki area yang bersisik, tidak ada area yang berminyak sama sekali, kulit terasa tertarik)
  • Kombinasi (Berminyak, biasanya pada bagian tengah wajah, dan bagian lainnya kering atau normal)
(Seringkali kulit yang cenderung timbul blemish (bercak/jerawat pada wajah) akan digolongkan termasuk dalam jenis kulit berminyak atau kombinasi, walaupun terkadang ia dianggap sebagai satu golongan tersendiri. Terkadang, kulit sensitif juga digolongkan sebagai satu jenis kulit tersendiri, walaupun saya pribadi lebih merasa bahwa semua jenis kulit harus dianggap sensitif, dan selanjutnya Anda akan melihat mengapa saya mengatakan demikian.) 

Penggolongan jenis kulit menjadi empat (atau enam) seperti tadi merupakan titik permulaan yang baik, tetapi sebaik apapun penggolongan tersebut, pada kenyataannya memahami jenis kulit seringkali jauh lebih membingungkan daripada itu. Inilah sebabnya banyak wanita yang merasa begitu sulit untuk mengidentifikasikan jenis kulit mereka karena akan selalu berubah-ubah dan tak pernah berhenti pada satu arah saja. Walaupun begitu, memahami jenis kulit yang Anda miliki sangatlah penting, tetapi bukan dengan cara pendekatan industri kosmetik ataupun dengan cara yang telah didoktrinasikan kepada kita selama ini. Pertama, jenis kulit tidak akan pernah statis (tetap). Perubahan yang terjadi pada kulit Anda tidak hanya akan berganti pada tiap pergantian musim tetapi juga tiap bulan dan bahkan tiap minggu. Yang membuat hal ini semakin rumit adalah kemungkinan adanya kelainan pada kulit seperti rosacea (yang mempengaruhi lebih dari 40% populasi orang kaukasia), eksim, warna kulit yang belang, kondisi pre-kanker, komedo, kulit yang rusak karena sinar matahari, dan whiteheads (komedo berwarna putih yang berisi lemak). Jelas terlihat bahwa penggolongan jenis kulit yang hanya terbagi menjadi empat ataupun enam kategori tidak dapat mencakup semua hal tersebut.

Untuk menentukan jenis kulit Anda, maka Anda harus melupakan apa yang telah diajarkan oleh para penjual kosmetik, estheticians (ahli kecantikan), majalah fashion, (dan bahkan beberapa ahli kulit). Penggolongan jenis kulit menjadi normal, berminyak, kering, dan kombinasi merupakan dasar pembagian yang baik, tetapi mereka tidak mengacu pada setiap kondisi, dan jenis kulit berubah dan berfluktuasi seiring dengan berbagai hal, mulai dari iklim sampai dengan tingkat stress Anda.

Mengapa begitu penting untuk mengenali setiap jenis kondisi kulit Anda? Karena setiap jenis kulit yang berbeda membutuhkan formulasi produk yang berbeda. Walaupun kebanyakan jenis kulit membutuhkan bahan aktif yang sama seperti tabir surya, antioksidan, bahan-bahan yang cell-communicating, dan seterusnya, tetapi bahan dasar pembuat produk-produk tersebut (lotion, cream, gel, serum, atau cair) harus sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Jenis kulit adalah faktor penentu utama untuk memutuskan jenis rutinitas perawatan kulit dan produk-produk yang akan kita beli. Tetapi kita perlu berhati-hati dalam menggolongkan jenis kulit kita, atau produk-produk yang kita pikir akan membantu justru dapat membuat permasalahan menjadi semakin buruk.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment