Showing posts with label Sunblock. Show all posts
Showing posts with label Sunblock. Show all posts

Tuesday, December 20, 2011

Tabir Surya: Perlindungan dari Sinar Matahari untuk Berbagai jenis Kulit


Pentingnya Tabir Surya
Banyak lini kosmetik menjual berbagai produk pembersih, toner, perawatan anti-keriput, cream mata, cream leher, cream wajah, dan masker wajah tetapi tak pernah menyebutkan betapa pentingnya penggunaan tabir surya secara berkala dan konsisten. Hampir setiap lini kosmetik memiliki produk-produk sun-care (perawatan dari sinar matahari), tetapi seringkali dipromosikan secara terpisah dari produk perawatan yang rutin digunakan setiap hari. Saya telah berbicara secara langsung dengan beratus-ratus sales kosmetik mengenai produk-produk mereka dan seringkali menemukan sangat kurangnya informasi mengenai perlindungan terhadap sinar matahari. Saya selalu diberitahukan betapa pentingnya pelembab, cream mata, serum, toner, pembersih wajah, dan pembersih makeup mata, tetapi saya hampir tak pernah mendengar pentingnya penggunaan tabir surya setiap hari.

Memang benar ada banyak cara untuk mendapatkan perlindungan dari sinar matahari, terlepas dari kebutuhan perawatan kulit yang lainnya. Hal ini sangatlah penting sehingga saya merasa tak boleh meninggalkan diskusi mengenai perlindungan dari sinar matahari ketika kita membicarakan berbagai rutinitas perawatan kulit, masalah-masalah serta hal-hal yang berhubungan dengan perawatan kulit. Bila Anda terpancing oleh suatu lini perawatan kulit baru yang menyatakan dapat menciptakan keajaiban, tetapi mereka tidak menyebutkan sama sekali mengenai tabir surya, maka jelas perusahaan tersebut jelas tidak menanggapi masalah kulit dengan serius ataupun secara etis. Anda tidak seharusnya membuang-buang uang dan menyakiti kulit Anda dengan menggunakan produk dari perusahaan yang mengabaikan komponen penting dalam perawatan kulit yang sehat semacam itu.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Menemukan Tabir Surya yang Tepat
Sekarang setelah Anda paham betapa pentingnya menggunakan tabir surya setiap hari, tugas selanjutnya adalah menemukan produk yang tepat. Mungkin bagian tersulit dari menggunakan tabir surya adalah menemukan satu produk yang tidak menimbulkan masalah, terutama bila Anda memiliki jenis kulit normal sampai berminyak, rentan berjerawat, atau sensitif. Agen aktif tabir surya termasuk avobenzone, benzophenones, octyl methoxycinnamate, oxybenzone, padimate O, dan banyak lagi yang lainnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit, menimbulkan ruam atau kekeringan, gatal, jerawat-jerawat yang terlihat seperti ruam, kemerahan, dan pembengkakan. Karena agen-agen tabir surya tersebut berpotensi menimbulkan iritasi, banyak ahli kulit merasa bahwa titanium dioxide dan zinc oxide merupakan bahan tabir surya yang terbaik, karena mereka tak berbahaya bagi kulit dan merupakan tabir surya yang sangat bagus, baik dari radiasi UVA maupun UVB. Saya sungguh berharap saya dapat langsung merekomendasikan titanium dioxide dan zinc oxide sebagai bahan tabir surya satu-satunya yang harus dicari, tetapi masalahnya belum selesai sampai di sini. Seaman dan seefektif apapun kedua bahan tersebut, mereka tetap dapat menyumbat pori-pori.
Isu mengapa suatu bahan dapat menyebabkan timbulnya jerawat terdiri dari 3 hal: seberapa menyumbat (yang artinya menghalangi aliran minyak keluar dari pori-pori), seberapa ia membuat kulit teriritasi (kemungkinan menyebabkan jerawat yang terlihat seperti ruam), dan seberapa bahan-bahan tersebut melipatgandakan apa yang telah diproduksi oleh pori-pori, bagaikan menambahkan minyak ke dalam api. Titanium dioxide dan zinc oxide menghadapi masalah yang pertama. Apakah artinya Anda pasti akan langsung berjerawat bila menggunakan tabir surya yang mengandung titanium dioxide? Jelas tidak, tetapi ada kemungkinan hal itu terjadi. Kulit setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap semua bahan kosmetik. Isu lainnya dengan tabir surya yang hanya menggunakan titanium dioxide dan/atau zinc oxide sebagai bahan aktifnya adalah pada isu kosmetik, karena produk-produk ini cenderung meninggalkan penampilan putih dan dapat terasa berat pada kulit. Hal ini bisa menjadi masalah bagi jenis kulit apapun. Sebagai respons dari kekurangan-kekurangan tersebut, banyak produk tabir surya yang menggabungkan titanium dioxide dengan agen-agen tabir surya lainnya, dimana hal ini dapat mengurangi jumlah bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi sekaligus mengurangi kecenderungan titanium dioxide menyumbat pori-pori.

Tabir Surya bagi Jenis Kulit Berminyak
Pencarian tabir surya yang tepat bagi kulit berminyak bisa sangat membuat frustrasi dan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Bahkan produk yang saya buat sekalipun terkadang menyebabkan masalah bagi beberapa orang. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi di sini. Pertama, jenis bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menahan agen-agen tabir surya memang bukan bahan yang terbaik bagi kulit berminyak. Terlepas dari klaim labelnya, terdapat resiko bahwa formulasi dasarnya dapat menyumbat pori-pori atau terasa licin atau berminyak di kulit. Selain itu ada masalah yang timbul dari bahan-bahan tabir surya itu sendiri, dimana mereka dapat menyebabkan reaksi jerawat iritasi, sebuah respons terhadap agen-agen tabir surya yang merupakan turunan bahan sintetis/buatan. (sayangnya hal ini merupakan sifat alamiah dari hampir semua bahan aktif yang digunakan dalam kosmetik —“aktif” artinya mereka melakukan sesuatu terhadap kulit. Baik itu AHA, Renova, benzoyl peroxide, hydroquinone, atau bahan-bahan tabir surya, bila mereka bekerja, mereka bisa membuat iritasi). Dalam hal titanium dioxide dan zinc oxide, walaupun mereka relatif aman dan memiliki resiko minimal sampai tanpa resiko terhadap iritasi kulit, mereka tetap dapat membuat pori tersumbat, dikarenakan mereka memang bahan yang kental dan bersifat menyumbat. Terakhir, dikarenakan begitu luasnya formulasi, tidak ada cara untuk mengukur bahan mana yang lebih mungkin menyebabkan masalah dibanding yang lainnya. Apa saran saya? Satu-satunya jawaban yang terbaik adalah dengan bereksperimen. Saya sungguh berharap ada solusi jitu yang dapat saya tawarkan, tetapi tidak ada lini produk yang dapat memberikan pernyataan secara sah bahwa tabir surya mereka tidak akan menyebabkan timbulnya jerawat (dan Anda yang memiliki masalah dengan hal ini sudah tahu akan hal tersebut)

Foundation dengan tabir surya SPF Tinggi
Untuk kulit berminyak, atau jenis kulit apapun dalam hal ini, menggunakan foundation ber-SPF tinggi merupakan ide yang sangat baik, terutama untuk wanita dengan kulit berminyak yang sudah lelah menggunakan berlapis-lapis produk perawatan kulit dan makeup. Untungnya, saat ini ada banyak foundation yang diformulasi dengan baik dan juga tinted moisturizers (pelembab berwarna) yang mengandung nilai SPF yang baik dan mengandung avobenzone, titanium dioxide, atau zinc oxide (dua yang terakhir lebih umum digunakan pada foundation dibandingkan avobenzone). Satu-satunya sisi negatif dari penggunaan foundation yang bertabir surya adalah penggunaannya tidak boleh tipis-tipis, harus dengan tebal dan merata. Selain itu, ketika foundation mulai memudar di siang hari, penting untuk melapisinya lagi dengan pressed powder yang mengandung SPF 15 yang mengandung bahan-bahan perlindungan terhadap UVA seperti avobenzone, titanium dioxide, atau zinc oxide.

Bila Anda menggunakan foundation ber-SPF baik, Anda mungkin lupa untuk menggunakan tabir surya pada tangan, leher, pundak, dada, atau area lainnya dari tubuh yang terekspos sinar matahari setiap hari. Bila ini yang terjadi pada kulit, “age spots” atau bintik-bintik berwarna coklat dan tekstur kulit berkeriput pada kulit pasti berhubungan dengan kerusakan akibat sinar matahari. Seperti keriput pada wajah, keriput pada sekujur tubuh tidak dapat dikurangi tanpa menggunakan tabir surya setiap hari, dan hal ini berarti juga mengoleskan kembali tabir surya setiap kali usai mencuci tangan dan menggunakan tabir surya pada setiap bagian yang terekspos, dari pagi sampai malam.

Dapatkah Bahan yang Terkandung dalam Tabir Surya Mempengaruhi Kulit Secara Negatif?


Jika Anda mengira permasalahan seputar vitamin D dan sinar matahari sudah cukup rumit, kontroversi seputar bahan-bahan yang terkandung dalam tabir surya jauh lebih rumit lagi. Biar saya perjelas, saya juga sama frustasinya dengan semua orang sehubungan dengan penelitian-penelitian yang saling bertentangan ini. Kita semua tahu bahwa sinar matahari merusak kulit tetapi apa yang harus kita lakukan jika ternyata bahan-bahan yang terkandung di dalam tabir surya dapat menyebabkan masalah yang sama atau bahkan lebih buruk? Tabir surya yang diteliti mencakup hampir semua bahan-bahan tabir surya sintetis yang digunakan dalam produk-produk SPF, seperti octylmethoxy cinnamate, 4-methylbenzylidene camphor, phenylbenzimidazole, sulphonic acid, dan 2-phenylbenzimidazole, padimate-O, homosalate, oxybenzone, avobenzone, butyl methoxydibenzylmethane, benzophone-3, dan Mexoryl.

Banyak dari antara bahan-bahan ini yang dipertanyakan karena mereka dapat memasuki aliran darah dan mengganggu sistem endokrin yang mengatur pelepasan hormon dalam tubuh, atau menyebabkan mutasi sel in vitro. Bahan-bahan sintetis dalam tabir surya seringkali dapat menyerupai estrogen sehingga muncul pertanyaan bagaimana dengan pengaruhnya terhadap sistem tubuh?

Ironisnya, kemampuan bahan-bahan dalam tabir surya yang dapat mengganggu sistem endokrin tersebut “beberapa kali lipat lebih rendah dari estrogen alami” (Sumber: Environment International, Juli 2007, halaman 654–669). Sumber lain yang dapat mengganggu endokrin manusia berasal dari tanaman, seperti mariyuana (Sumber: Toxicology, Januari 2005, halaman 471–488), atau ditemukan pada obat-obatan seperti acetaminophen (Tylenol) (Sumber: Water Research, November 2008, halaman 4578–4588).
Beberapa kelemahan lain dari bahan tabir surya sintetis adalah saat diserap, bahan ini dapat menimbulkan kerusakan akibat radikal bebas. Bahan tabir surya sintetis berinteraksi dengan cahaya yang seharusnya mereka alihkan dari sel kulit. Beberapa penelitian yang telah diterbitkan menunjukkan adanya kerusakan oksidatif in vitro dari beragam bahan tabir surya. Di sisi lain, tabir surya juga bereaksi dengan radiasi UV dan memerangkapnya lalu menghilangkan efek berbahayanya. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa bahan tabir surya sintetis hanya dapat memberikan perlindungan dengan cara memerangkap radikal-radikal tersebut.

Jadi apa yang harus dilakukan? Pertanyaan yang bagus, sayangnya tidak ada jawaban yang mudah.
Kenyataannya, semua bahan tabir surya sintetis, bahkan titanium dioxide dan zinc oxide berpartikel nano sekalipun, memiliki hasil penelitian negatif mengenai kemungkinan dampak mereka pada kulit. Penelitian-penelitian tersebut juga bukanlah artikel ilmiah tak bernilai—mereka semua berasal dari penerbit yang sangat terkenal dan melibatkan percobaan in vivo maupun in vitro, dan termasuk laporan dari jurnal-jurnal terkemuka seperti The Lancet, Journal of Investigative Dermatology, dan Mutation Research. Daripada penjelasan panjang lebar mengenai masing-masing penelitian (yang akan memakan berhalaman-halaman), saya akan menyimpulkan permasalahan utamanya.

Beberapa penelitian in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ada kemungkinan beberapa bahan tabir surya tertentu dapat diserap ke dalam kulit. Tetapi, banyak peneliti yang percaya bahwa kebanyakan bahan tabir surya tetap berada di permukaan kulit (dimana sel kulit mati berada) dan tidak masuk ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, dimana kerusakan yang sesungguhnya terjadi. Jika demikian halnya, maka efek negatif yang terlihat pada permukaan kulit dalam penelitian menggunakan tabung uji tidak relevan. Bahkan jika penyerapan sungguh terjadi, resiko yang sesungguhnya belum diketahui.
Semua masalah ini cukup signifikan dan memerlukan penelitian lebih lanjut, tetapi tidak ada satupun dari hasil temuan yang mengindikasikan bahwa orang-orang harus berhenti menggunakan tabir surya atau bahwa adanya unsur-unsur ini dapat menyebabkan masalah. Selain itu, penting untuk disadari bahwa tidak ada satu bahan tabir surya yang lebih besar potensi resikonya dibanding bahan yang lainnya. Pada akhirnya, yang penting untuk diketahui adalah bahwa sejumlah besar penelitian menunjukkan: terekspos terhadap sinar matahari dalam waktu yang lama tanpa menggunakan tabir surya sangat terkait dengan banyak masalah kulit yang serius.

(Sumber untuk artikel diatas: Aquatic Toxicology, November 2008, halaman 182–187; American Journal of Clinical Nutrition, Agustus 2008, halaman 570S–577S; Environmental Health Perspectives, Juli 2008, halaman 893–897; Journal of the American Academy of Dermatology, Mei 2008, halaman S155–S159; Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, April 2008, halaman 456–461; International Journal of Andrology, April 2008, halaman 144–151; Toxicology, Juli 2007, halaman 140–148; Advanced Drug Delivery Reviews, Juli 2007, halaman 522–530; Critical Reviews in Toxicology, Maret 2007, halaman 251–277; 2007 CIR Compendium, Cosmetic Ingredient Review, 2007, halaman 37–38; www.cosmeticinfo.org; Current Drug Delivery, Oktober 2006, halaman 405–415; Toxicology In Vitri, April 2006, 301–307; Toxicological Sciences, April 2006, halaman 349–361; Skin Pharmacology and Physiology, Juli-Agustus 2005, halaman 170–174; Toxicology, Desember 2004, halaman 123–130; Journal of Controlled Release, Juni 2002, halaman 225–233; November 2002, halaman S131–S155; http://ec.europa.eu/health/ph_risk/committees/sccp/docshtml/sccp_out145_en.htm; dan Encyclopedia of Pharmaceutical Technology, Edisi Kedua, Volume 1, halaman 519.)

Tabir surya bagi Kulit Berminyak?


Pencarian untuk mendapatkan tabir surya yang sesuai untuk jenis kulit berminyak bisa sangat memusingkan. Bahan-bahan yang digunakan untuk mencampur bahan-bahan tabir surya tidak sesuai bagi kulit berminyak. Bahan-bahan tabir surya sendiri dapat menyebabkan reaksi iritasi, atau titanium dioxide dan zinc oxide dapat menyumbat pori-pori.

Apa yang dapat dilakukan? Satu-satunya jawaban adalah dengan bereksperimen. Saya berharap ada satu solusi tepat yang dapat saya tawarkan, tetapi baik produk saya ataupun produk lainnya tidak dapat menyatakan bahwa tabir surya mereka tidak akan menyebabkan iritasi bagi siapapun.

Tanya & Jawab Sehubungan dengan Mengaplikasikan Tabir Surya


  • Kapan Anda harus mengaplikasikan tabir surya ditengah rutinitas perawatan kulit Anda? Jika Anda mengaplikasikan beberapa produk perawatan kulit, peraturannya adalah produk terakhir yang Anda aplikasikan pada pagi hari adalah tabir surya. Jika Anda mengaplikasikan tabir surya terlebih dahulu sebelum pelembab atau produk anti-jerawat Anda, bisa jadi tanpa sengaja Anda telah melemahkan atau memecah keefektifan tabir surya yang baru saja Anda aplikasikan.
  • Bagaimana dengan pengaplikasian foundation (yang tidak mengandung tabir surya) di atas tabir surya Anda? Jika foundation tersebut tipis, seperti air atau bila Anda menggunakan pelembab tinted (berwarna) jenis lotion (yang tidak mengandung tabir surya), kemungkinan besar Anda mengurangi potensi tabir surya yang terdapat di bawahnya. Tetapi, jika Anda menggunakan foundation cair yang biasa, atau foundation krim hingga bubuk, foundation krim, atau foundation padat, dan selama Anda hanya meratakannya dan tidak menggosok-gosokkannya, maka kemungkinannya kecil atau bahkan tidak mempengaruhi tabir surya yang terdapat di bawahnya. Bagaimana jika foundation Anda adalah produk yang Anda pilih sebagai pelindung tabir surya? Maka caranya adalah dengan memastikan Anda mengaplikasikannya secara merata dan menyeluruh. Jika Anda mencampurkan sebagian besar darinya atau hanya mengaplikasikan tipis-tipis, Anda tidak akan mendapatkan jumlah perlindungan yang dicantumkan pada label. Selain itu, jangan lupa untuk mengaplikasikan tabir surya yang biasa (bukan foundation) ke leher Anda dan bagian lain yang terkena sinar matahari dan tak tertutup pakaian.
Dapatkah saya memakai pressed powder yang mengandung tabir surya? Menurut saya, pressed powders yang mengandung tabir surya merupakan cara yang meragukan untuk mendapatkan perlindungan dari sinar matahari yang lengkap untuk wajah. Tetapi produk ini sangat tepat untuk touch up (memperbaiki makeup) di siang hari karena dengan begitu Anda sekaligus melapisi tabir surya pada wajah Anda! Saya khawatir kebanyakan wanita tidak mengaplikasikan cukup pressed powder untuk mendapatkan perlindungan SPF yang mereka butuhkan. Jika Anda hanya menggunakannya tipis-tipis, maka tidak mungkin Anda akan mendapatkan perlindungan SPF yang diindikasikan pada label. Anda harus mengaplikasikan pressed powder dengan cara yang dapat menutupi wajah secara menyeluruh dan merata.

Produk-Produk yang Mengandung Tabir Surya


Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui
  • Tidak ada proses tan (pencoklatan kulit) yang aman, baik yang menggunakan sinar matahari langsung ataupun salon tanning. Bahkan jika Anda menjemur dan mencoklatkan kulit sedikit demi sedikit dan tidak ada bagian kulit yang terbakar, kerusakan yang ditimbulkannya tetap berbahaya bagi kesehatan kulit Anda. 
  • Radiasi UVB merupakan sinar matahari yang menimbulkan efek terbakar dan memiliki efek yang berbahaya dan segera terlihat pada kulit. Kerusakan yang diakibatkan oleh sinar UVB terjadi pada menit pertama (ya, 60 detik pertama) begitu Anda berjalan di bawah sinar matahari.
  • Sinar UVA merupakan pembunuh yang tak terdeteksi. Anda tidak akan merasakan merekalah penyebab utama dari kanker kulit dan keriput. (Sinar UVA masuk melalui kaca jendela yang tidak dilindungi oleh pelindung UV.)
  • Bahkan saat berawan atau berkabut, sinar matahari tetap ada dan mempengaruhi kulit.
  • Duduk di tempat teduh atau memakai topi saja hanya melindungi Anda dari sebagian sinar matahari. Selain itu, permukaan dari objek di sekeliling Anda seperti air, semen, dan rumput memantulkan sinar dari tanah ke kulit Anda dan membuat kulit Anda terkenan ekspos dua kali.
  • Ketinggian memperkuat sinar matahari: untuk setiap peningkatan ketinggian 1,000-kaki, potensi sinar matahari meningkat 4%.
  • Menurut FDA, nomor SPF (sunscreen protection factor/faktor pelindung tabir surya) yang tercantum pada sebuah produk menginformasikan Anda berapa lama Anda dapat berada di bawah sinar matahari tanpa terbakar. Jika biasanya Anda dapat berada di bawah sinar matahari selama 15 menit sebelum kulit Anda memerah, sebuah produk dengan SPF 15 akan membantu Anda agar dapat berada di bawah sinar matahari selama sekitar 3 1/2 jam tanpa membuat kulit Anda terbakar. Jika biasanya Anda dapat berada di bawah sinar matahari selama 10 menit sebelum kulit Anda memerah, sebuah produk dengan SPF 15 akan membantu Anda agar dapat berada di bawah sinar matahari selama sekitar 2 1/2 jam tanpa membuat kulit Anda terbakar. Rumusnya adalah 10 (menit) x 15(SPF) = 150 (menit), atau 2 1/2 jam. Jika Anda berenang atau berkeringat, Anda harus memakai tabir surya yang water resistant (tahan air) yang memberikan perlindungan selama 40 sampai 80 menit, dan kemudian Anda harus mengaplikasikannya kembali untuk mempertahankan tingkat perlindungannya.
  • SPF merupakan hal yang penting, tetapi SPF hanya menggambarkan pengukuran terhadap kulit terbakar (sinar UVB). Sangat berbahaya bagi kulit Anda bila tidak memakai pelindung UVA, dan kenyataannya banyak tabir surya yang tidak mengandung bahan-bahan yang dapat memberikan perlindungan dengan spektrum yang menyeluruh (baik UVA maupun UVB). Tidak ada nomor yang dapat memberitahukan Anda mengenai perlindungan dari radiasi UVA. Untuk mengetahui perlindungan yang bisa Anda dapatkan, Anda harus memeriksa bahan aktif yang dicantumkan untuk mengetahui apakah ada salah satu dari antara zinc oxide, titanium dioxide, avobenzone (yang mungkin juga dicantumkan sebagai Parsol 1789 atau butyl methoxydibenzoylmethane), Mexoryl SX, atau Tinosorb (Mexoryl SX dan Tinosorb hanya tersedia pada produk-produk yang di jual di luar Amerika) yang dicantumkan dalam daftar bahan aktif tabir surya yang Anda gunakan. Jika tidak ada satupun yang tercantum dalam daftar bahan aktifnya, termasuk bila salah satu bahan di atas hanya tercantum pada daftar bahan-bahan reguler atau bahan “lain”/other ingredient berarti Anda belum mengaplikasikan perlindungan terhadap UVA yang cukup untuk kulit Anda.
  • Oxybenzone (juga disebut benzophenone-3), bahan tabir surya yang dapat menyerap UVA terdengar serupa dengan avobenzone, tetapi sebenarnya tidak sama. Ada beberapa bahan tabir surya yang disetujui sebagai pelindung terhadap luka bakar akibat sinar matahari di wilayah Amerika. Walaupun benzophenones dan oxybenzone dapat melindungi terhadap UVA, tetapi mereka tidak se-efektif titanium dioxide, zinc oxide, avobenzone, Mexoryl SX, atau Tinosorb.
  • Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak lagi mengenai masalah perlindungan terhadap UVA vs. UVB: Menurut Skin Therapy Letter yang diterbitkan oleh Divisi Dermatologi di University of British Columbia (vol. 2, no. 5, 1997), "UVA [memiliki kisaran] 315-400 nanometer." Menurut FDA, kisaran UVB mulai dari 280 hingga 315. Berikut ini merupakan daftar bahan pelindung tabir surya beserta kisarannya: "Padimate O, 290-315 nanometer; Benzophenones, 250-350 nanometer; Octyl methoxycinnamate, 290-320 nanometer; Avobenzone, 320-400 nanometer; Oxybenzone 270 hingga 350 nanometer; Titanium dioxide, 290-700 nanometer; dan Zinc oxide, 290-700 nanometer."
  • Tidak ada tabir surya yang sungguh-sungguh “waterproof (anti air)” dan peraturan FDA tahun 2002 mengharuskan perusahaan untuk menghapuskan penggunaan kata tersebut. Akan tetapi, tabir surya yang dapat memenuhi persyaratan yang ketat dari FDA dapat diberi label “water resistant (tahan air),” yang berarti mereka perlu diaplikasikan ulang jika Anda habis berenang atau berkeringat selama lebih dari 40 hingga 80 menit untuk tabir surya yang berlabel "very water resistant (sangat tahan air)."
  • Keterangan angka: SPF 2 menahan sekitar 50% dari sinar UVB; SPF 10 menahan sekitar 85% dari sinar UVB; SPF 15 menahan sekitar 95%; dan SPF 30 menahan 97%. SPF yang lebih tinggi daripada 30 tidak memberikan perlindungan UV yang lebih, ia hanya dapat memberikan perlindungan untuk waktu yang lebih lama.
  • Bahkan jika keterangan SPF yang terdapat pada label tabir surya Anda adalah SPF 50, ia tetap memiliki keterbatasan dan sekitar 3% dari sinar UV tetap dapat menembus kulit Anda (Perhatikan bahwa peraturan FDA yang baru dan belum dipublikasikan menyatakan bahwa tidak ada tabir surya yang diperbolehkan untuk memiliki nilai diatas SPF 30+.), yang mungkin dapat menjelaskan mengapa kulit Anda tetap kemerahan setelah berada di bawah sinar matahari untuk waktu yang cukup lama walaupun Anda telah memakai tabir surya dengan tebal di kulit Anda.
  • Sebagai peraturan umum, paling baik bila Anda mengaplikasikan tabir surya paling tidak 15 hingga 20 menit sebelum terkena sinar matahari. Hal ini memberikan waktu pada tabir surya untuk terserap dan menyebar ke dalam kulit.
  • Anda harus mengaplikasikan tabir surya berulang kali. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology (Oktober 2002, Volume 138, No 10, halaman m1319-1325) menyatakan bahwa "Para pengguna tabir surya hanya mengaplikasikan sekitar 50 persen dari jumlah yang disarankan, jadi mereka hanya mendapatkan 50 persen dari perlindungan SPF." Karena masalah ini menyangkut pengaplikasian tabir surya secara berulang, maka tabir surya yang mahal bisa jadi berbahaya bagi kesehatan kulit Anda. Masalahnya, seberapa sering Anda akan mengaplikasikan ulang tabir surya dari Lancome yang seharga $32 atau, lebih tidak mungkin lagi, tabir surya dari La Prairie yang seharga $150 untuk 1 ons-nya?
  • Jika Anda sedang menggunakan AHA, BHA, Retin-A, Renova, Differin, atau retinoid oles apapun yang diresepkan, hal tersebut dapat membuat kulit Anda menjadi lebih rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh sinar matahari karena adanya exfoliation pada permukaan kulit dan perubahan (membuang bagian teratas kulit yang rusak akibat sinar matahari) yang disebabkan oleh penggunaan produk tersebut. Informasi ini tidak mempengaruhi Anda yang rajin memakai tabir surya, tetapi jika Anda tidak rajin, kulit Anda beresiko lebih besar terhadap kerusakan dan terbakar akibat sinar matahari, bahkan jika Anda tidak banyak terkena sinar matahari.
  • Jika Anda menggunakan lebih dari satu produk yang mengandung tabir surya, kandungan SPF kedua produk tersebut tidak dapat dijumlahkan untuk mendapatkan satu angka SPF tabir surya. Dengan kata lain, SPF 8 dan SPF 15 tidak dapat dijumlahkan menjadi SPF 23. Walaupun Anda mendapatkan tambahan nilai SPF sebagai perlindungan, tidak dapat diketahui seberapa banyak peningkatan perlindungan tersebut. Jika Anda ingin mendapatkan perlindungan dari SPF 30, maka itulah angka yang harus Anda cari dalam sebuah produk.
  • Kulit terbakar sinar matahari sudah cukup buruk, tetapi yang tidak Anda ketahui adalah ia terus berkembang selama 12 hingga 24 jam setelah terbakar! Rawatlah luka bakar tersebut seperti Anda merawat luka bakar manapun. Jangan tutupi dengan salep yang tebal (pelembab yang tebal adalah yang terburuk). Hal ini akan memerangkap panas dan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Tempelkankan sesuatu yang sejuk (tidak dingin atau ber-es) seperti air atau aloe vera murni dengan segera (jangan berikan es secara langsung pada kulit—terlalu dingin dan dapat menyebabkan jenis luka bakar yang lain). Jadi teruslah mengaplikasikan air yang sejuk atau aloe vera murni selama beberapa jam. Anda juga dapat menggunakan obat anti-bengkak yang dijual bebas, seperti aspirin, untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Jika Anda merasa tidak yakin harus menggunakan apa, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
  • Jika Anda memiliki bayi atau anak kecil, perlindungan tabir surya harus menjadi perhatian utama Anda. Kulit lembut mereka lebih sensitif terhadap kekuatan sinar matahari yang merusak. Semua formula tabir surya yang memiliki SPF diatur secara ketat oleh FDA; formulasi tabir surya tidak berbeda hanya karena target usia penggunanya. Jangan hanya tertarik oleh kemasannya yang bagus, Anda harus lebih memperhatikan apakah produk tersebut mengandung bahan-bahan yang dapat melindungi dari sinar UVA, seperti avobenzone, titanium dioxide, zinc oxide, Mexoryl SX, atau Tinosorb. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perlindungan dari sinar matahari untuk anak kecil, lihat Bagian Perawatan Kulit Bayi.
  • Jika Anda mencari tabir surya yang tidak menyebabkan iritasi untuk anak Anda atau untuk Anda sendiri, pilihlah yang hanya mengandung titanium dioxide dan/atau zinc oxide murni sebagai bahan aktifnya (Anda dapat menggunakan Pure Mineral Sunscreen dari Paula's Choice, atau ada juga pilihan lain yang tersedia di toko obat dan pusat perbelanjaan). Bahan-bahan non-kimiawi ini jelas lebih aman daripada bahan tabir surya yang lainnya.
  • Jika Anda sungguh ingin mendapatkan kulit yang tan, satu-satunya cara aman untuk melakukannya adalah dengan menggunakan produk-produk self-tanning seperti Almost the Real Thing Self-Tanning Gel Paula's Choice atau pilihan lainnya yang banyak tersedia di toko obat, mulai dari Neutrogena hingga Coppertone. Anda juga bisa menggunakan kotak self-tanning yang banyak ditawarkan oleh salon tan (seperti Mystic Tan®) yang menyemprotkan lapisan self-tanner secara merata mulai dari kepala hingga ujung kaki. Hasilnya bisa sangat mengagumkan, dengan asumsi bahwa Anda mengikuti semua pengarahan sebelum penyemprotan.